Beberapa minggu terakhir, Indonesia sedang dihebohkan dengan berita kenaikan biaya untuk mengurus STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan. Biaya yang mengalami perubahan adalah biaya STNK dan juga penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016. Seperti yang sudah diketahui bersama, sejak tanggal 6 Januari 2017 lalu, biaya STNK sepeda motor sudah naik 100 persen.

newsokezonecom
Kenaikan Biaya Mengurus STNK, BKPB? (Sumber : news.okezone.com)

Peraturan Pemerintah tersebut menggantikan peraturan yang sama, yang dulu ditetapkan dalam PP Nomor 50 tahun 2010. Dalam peraturan tersebut, disebutkan beberapa jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kepolisia Negara Republik Indonesia (POLRI). Point-point penting yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah yang baru diantaranya adalah penerbitan (pembuatan) STNK Sepeda Motor, baik itu roda dua maupun roda tiga. Misalnya, jika sebelumnya pemilik sepeda motor dikenakan biaya sebesar Rp. 100.000,-, maka mulai saat ini akan dikenakan bea sebesar Rp. 200.000,-.

tribunnewscom
Kenaikan Biaya Mengurus STNK, BKPB? (Sumber : tribunnews.com)

Peraturan baru ini juga mengenai biaya pengesahan seusai membayar PKB. Pengesahan yang dilakukan setiap tahun usai membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), jika dulu tidak dikenai biaya, maka mulai tahun depan akan dikenakan Rp 25.000,-. Biaya pembuatan pelat nomor (kaleng) pun akan berubah. Jika sebelumnya dikenai Rp 30.000,- , maka tahun depan siapkan biaya Rp 60.000,-.

bisniskeuangandotkompascom
Kenaikan Biaya Mengurus STNK, BKPB? (Sumber : bisniskeuangan.kompas.com)

Biaya lain yang juga mendapatkan dampak dari Peraturan Pemerintah yang baru adalah pada penerbitan BPKB. Jika sebelumnya penerbitan BPKB untuk sepeda motor baru atau pindah kepemilikan akan terkena tarif Rp 80.000,-, maka dengan peraturan baru itu biayanya menjadi Rp 225.000,-. Sementara itu, untuk pemilik sepeda motor yang bermaksud memutasi kepemilikan ke daerah lain, mereka akan dikenai biaya Rp 150.000,-. Biaya tersebut mengalami kenaikan dua kali lipat dari sebelumnya.